Laman

Sabtu, 27 Juli 2013

Pasar Lebaran, Diserbu Pengunjung



Lawang, Media Rakyat
 Pasar lebaran yang menjadi agenda tahunan Pemkab Malang menjelang Hari Raya Idul Fitri selalu padat pengunjung. Begitu pula halnya dengan pasar lebaran yang digelar hari ini, Sabtu (27/7) di halaman Kantor Kecamatan Lawang. Ini menunjukkan anemo masyarakat cukup besar terhadap kegiatan yang bakal berlansung selama dua hari ini. Pengunjung rela berdesak-desakan untuk bisa mendapatkan bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng dengan harga lebih rendah dari harga pasar.  Sariani  salah satu pengunjung yang kesehariannya berjualan sayur mayur ini bahkan rela berjalan kaki dari Polaman, Desa Kalirejo Lawang bersama teman-temannya untuk bisa mendapatkan bahan kebutuhan pokok dipasar ini. “Saya beli beras 10 kg, harganya lebih murah dari harga di pasar. Kalo bisa kegiatan ini tidak hanya sehari dua hari saja dilaksanakan, mungkin ditambah lagi harinya. Seminggu mungkin, “ harap ibu (56 th) yang sudah tinggal sendirian ini. Pasar lebaran yang dibuka secara langsung oleh Bupati Malang, H. Rendra Kresna memang diperuntukkan untuk warga menengah kebawah. Bupati dalam sabutannya menghimbau kepada para pengunjung, agar mereka tidak menjadikan ini sebagai ajang untuk memborong barang. Berikan kesempatan kepada mereka yang berpenghasilan kurang. Sehingga mereka juga bisa merasakan kegembiraan yang sama di hari lebaran nanti. Pada Kesempatan tersebut, Bupati juga meyerahkan 10 paket sembako kepada warga kurang mampu.Dalam pasar lebaran kali ini,  menurut Kepala Disprindag dan Pasar  Ir. Helijanti Koentari telah disediakan 4 ton beras yang dijual dengan harga Rp 6.500 dari harga pasar Rp 8.000, begitu pula halnya dengan gula pasir, dari 4 ton gula yang disediakan juga dijual lebih rendah dari harga pasar yaitu Rp 8 .000 dari harga pasar Rp 10.500 sampai dengan Rp 11.00,  untuk minyak goreng  disediakan sebanyak 3 ton dengan harga jual Rp 8.000 dari harga jual di pasar Rp 12.000. Dari 1 ton telur  ayam yang disediakan dijual dengan harga  Rp 14.500 dari harga pasar Rp 16.000 sampai Rp 17.000. 1200 tabung LPG 3 kg dijual dengan harga Rp 12.000.Tak hanya di wilayah Kecamatan Lawang, pasar serupa juga bakal digelar di dua wilayah lain yaitu di Kecamatan Pakisaji dan Kecamatan Donomulyo, “Di dua wilayah itu kita menyebutnya pasar murah,  ada tiga komoditi yang kita siapkan, gula, beras dan minyak goreng masing-masing sebanyak 2 ton. Lokasinya sendiri tepatnya di  Di Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo pada tanggal 30 juli 2013, sedangkan di Desa Kebonagung, Kec. Pakisaji  akan dilaksanakan tanggal 1 Agustus 2013.Kegiatan Pasar Lebaran yang diikuti 100 peserta ini, selain bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, juga dengan para distributor, PG Krebet dan PG Kebonagung, Sub Divisi Bulog Malang, asosiasi pedagang, juga dari beberapa SKPD seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Peternakan(***)

Selasa, 23 Juli 2013

DI BULAN PUASA INI DESA WONOREJO KECAMATAN LAWANG Kabupaten Malang Warga Mengadakan Jaga Sama Patrol




Malang Media Rakyat
Memang benar menjelan bulan suci Romadan semua elmen masyakat mengadakan ronda malam sekaligus patrol untuk membagukan orang untuk sahur yang menunaikan ibadah puasa .Menurut Mashuri Tokoh masyakat yang aktif mengadakan roda malam ini masyakat dusun krajan timur RT06 RW 05 Masyarak sangat senang dengan adanya penjagaan dilingkungannya sebab kasian warga kerja keras mayoritas warga sini buruh kasar.Otomatis habis kerja kecapek an dan tidurnya sangat pulas sekali .Kalau tidak ada yang membangukan waktu sahur kan terlambat jadi kita bersama sama mengadakan jaga lingkunga sama patrol.Lanjut warga sini sangat mendukun tentan adanya penjagaan di Dusun Krajan timur  RT 06 RW 05 Ini desa wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.Sebab di sini masi daerah pegunungan masih sepi biar masyarak sini terayomi dan merasa aman.Warga sini sangat kompak dan bersatu kalau kita kompak kan kuat .Kalau Mlam sekitar Jam  2 Pihak dari Kapolsek Lawang juga Patroli disini dan Dari kepala dusun juga.  (***)


Minggu, 21 Juli 2013

MOS SMKN 1 Singosari Ditutup Dengan Kegiatan Baksos



Malang Media Rakyat
Upacara penutupan Masa Orientasi Siswa (MOS) SMKN 1 Singosari tahun ajaran 2013-2014 yang digelar di lapangan Desa Slamparejo Kecamatan Jabung hari ini Rabu pagi, (17/07). Sekitar 475 siswa-siswi dari berbagai jurusan nampak semangat mengikuti upacara penutupan ini. Usai upacara acara diakhiri dengan kegiatan bakti sosial salah satunya adalah dengan cara membagikan kurang lebih 400 paket sembako gratis kepada warga yang kurang mampu dari Desa Slamparejo.Dalam kesempatan tersebut Bupati Malang H. Rendra Kresna bertindak sebagai Inspektur upacara sekaligus menutup kegiatan MOS ini, menyampaikan pesannya, “ MOS bukan sebagai ajang perpeloncoan atau balas dendam kepada adik kelasnya, tapi MOS prinsipnya adalah mengenalkan kondisi lingkungan sekolahnya, siswanya, gurunya, serta mengenal ilmu yang akan ditimbanya biar nanti ketika sudah masuk sekolah tidak kaget dan terkejut dengan lingkungan sekolahnya yang baru,” jelas Bung Rendra.“Di sekolah tidak hanya dibekali dan diberikan ilmu tentang pengetahuan saja tapi ilmu sosial kemasyarakatan juga diajarkan, makanya usai MOS ini oleh pihak sekolah adik-adik langsung diterjunkan ke masyarakat dengan mengikuti kegiatan bakti sosial agar adik-adik belajar lebih dekat dan mengenal kehidupan masyarakat,” himbaunya usai menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada warga yang kurang mampu.Menurut keterangan Dra. Tutik Yuliati, Kepala Kompetensi Keahlian, guru sekaligus panitia MOS ini menjelaskan bahwa, siswa yang baru diwajibkan mengikuti MOS dengan waktu kurang lebih 6 hari mulai tanggal, 3,4 dan 5 Juli 2013 dan dilanjutkan tanggal, 15,16 dan 17 Juli 2013, “Kegiatan MOS ini dilaksanakan selama 6 hari, 3 hari di lapangan yaitu kegiatan baris-berbaris dan olahraga, kemudian yang 2 hari di kelas yaitu dengan pengenalan-pengenalan tentang sekolah, dan bidang studi yang akan ditimba para murid. Kemudian yang 1 hari ditutup dengan upacara dan bakti sosial, hal ini rutin kita lakukan dan sudah 3 tahun ini,” terangnya.Warga Desa Slamparejo merasa senang Desanya dijadikan tempat untuk kegiatan bakti sosial dari murid-murid SMK dari luar Kec. Jabung, hal ini terbukti dari salah satu warga yang kurang mampu yaitu bu Tumini yang menjelaskan bahwa dirinya merasa senang sekali mendapatkan bantuan. “Saya sangat senang bisa mendapatkan sembako karena saat ini bulan puasa, sangat membantu sekali warga seperti saya ini yang kurang mampu, dan saya berharap semoga bantuan ini bisa rutin diberikan minimal 3 bulan sekali,” harapnya.(azis/hms)

Jual Perawan Anak Buat Bayar Utang



Lumajang-Media Rakyat
Bener kata orang tua jaman dulu kalau sekarang jamane jaman edan (jaman gila). Hal ini terbukti saat ibu sendiri merelakan harta paling berharga anaknya untuk bayar utang ke pria hidung belang.Sungguh tak dapat dinalar  kelakukan Busar (50). Warga Desa Buwek Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa timur, ini tega menyetubuhi Melati (nama samaran) yang masih berusia 15 tahun. Melati sendiri adalah warga Desa Kudus Kecamatan Klakah.Pelaku yang sudah beristri itu tega memerkosa Melati lantaran ibu korban memiliki utang kepadanya sebesar Rp. 700 ribu.Informasi yang berhasil dihimpun di Mapolsek, Sabtu (20/7), korban saat itu disuruh ibunya mendatangi pelaku. Ternyata, ibu korban sudah mengabari pelaku agar keperawanan anaknya dijadikan untuk membayar utangnya.Lantaran tak kuat membayar utang itulah, pelaku menyanggupi untuk menikmati keperawanan Melati sesuai izin dari ibunya. "Ini sudah disetujui ibunya, bukan saya yang maksa," ujar pelaku dengan polosnya.Kapolsek Klakah, AKP Sutopo mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus pemerkosaan dan motif lainnya. Namun, pelaku tetap ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya. "Ya kita tahan, karena dia menyetubuhi anak di bawah umur," jelasnya.
Pelaku dijerat Undang-Undang tentang perlindungan anak di bawah umur dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (****)