Laman

Kamis, 12 Januari 2017

Mencegah Gigi Anak Rusak



Gigi susu menentukan gigi dewasa yang sehat. Rawatlah gigi susu untuk membantu anak terhindar dari kerusakan gigi. Untuk menjaga kesehatan gigi dan mencegah kerusakan gigi, lakukan ini:
·         Sajikan makanan manis bersama dengan makan rutin dan jangan dijadikan camilan. Jika anda berencana memberikannya makanan manis, sajikan sebagai makanan penutup setelah makan utama. Setelah itu bersihkan gigi dengan cara berkumur atau menyikat gigi.
·         Kurangi pemberian minuman bersoda atau jus buah dalam kemasan yang mengandung asam. Air putih dan susu adalah minuman yang bisa diberikan diantara waktu makan.
·         Biasakan anak makan beberapa jenis camilan secepatnya. Seberapa sering ia makan camilan lebih penting daripada berapa banyak camilan yang dimakannya. Jarak antar makan camilan membuat saliva mampu membersihkan gigi dari partikel dan bakteri yang menggangu. Terlalu sering makan tanpa menyikat gigi memberikan makanan pada bakteri yang berujung pada timbulnya plak dan gigi berlubang.
·         Berikan makanan bebas gula.
·         Hindari memberi susu pada anak menjelang jam tidurnya, atau memberinya susu dalam botol untuk memudahkannya tidur.
·         Biasakan anak minum air putih. Air akan menghilangkan partikel makanan dari sela gigi.
·         Jika anak mengunyah permen karet, dorong ia untuk memilih permen karet tanpa gula, atau permen kare yang membantu mengurangi bakteri jahat di dalam mulut.
·         Anak usia 20-24 bulan umumnya sudah dapat meludah. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk menjaga gigi dari kerusakan. Sikat dan bersihkan sela-sela gigi anak Anda dengan benang gigi atau dental floss setiap hari. Sikatlah gigi minimal 2 kali sehari dengan pasta gigi.
·         Bersihkan gigi anak dengan sikat gigi atau berkumur segera sesudah minum obat. Obat-obatan seperti obat batuk mengandung gula yang akan diubah oleh bakteri menjadi asam di gigi dan merusak enamel.
·         Ajak anak ke dokter gigi secara rutin, setiap 6 bulan sekali, mulai di usia 1 tahun. Rutin ke dokter gigi bisa mendeteksi masalah gigi lebih awal.
Makanan untuk gigi sehat balita:
·         Buah dan sayuran: berikan buah dan sayuran sebagai camilan. Pilih yang kandungan airnya tinggi seperti pir, melon, bengkoang dan seledri adalah yang terbaik. Pisang dan kismis mengandung gula pekat. Bila anda memberikan kedua jenis buah ini, segera sikat giginya setelah memakannya.
·         Keju sajikan bersamaan dengan makan siang atau sebagai camilan, terutama keju lembaran atau jenis keju lainnya karena keju memicu mengalirnya saliva. Saliva membantu membersihkan partikel makanan dari gigi.
·         Makanan dan minuman yang berkalsium untuk menguatkan gigi seperti susu tanpa pemanis tambahan, brokoli dan yogurt.
Hidari makanan ini:
·         Makanan yang lengket dan kenyal seperti kismis, dodol, kue gandum atau selai kacang, kacang jeli dan caramel. Karena jenis makanan ini menghambat saliva untuk mengusir gula dari gigi. Jika terlanjur memberikan si kecil makanan ini segera minta anak berkumur sesaat setelah makan.
·         Makanan yang sangat manis dengan kandungan gula tinggi seperti lollipop, permen manis yang keras, gulali. (me)
       Drg. Risalatul Islami
                                                                                                                                       Klinik Gigi Cemara
Jln Diponegoro Ruko C 18 Lawang

Bupati Malang Terima Kunjungan Lima Menteri



Malang  -Media Rakyat
 Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna menerima kunjungan lima Menteri Republik Indonesia di Koperasi SAE (Sinau Andhandani Ekonomi) Pujon, Jumat  siang. Tamu spesial itu meliputi Menteri Komunikasi dan Informasi, Menteri Perindustrian, Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Perdagangan dan Menteri PU Perumahan Rakyat. Ketua Umum Koperasi SAE Pujon, H. Abdi Suwasono berkesempatan memaparkan profil koperasinya yang sukses memproduksi hingga 92.741 liter per hari pada bulan Desember 2016. Koperasi yang punya makna nama belajar memperbaiki ekonomi ini berdiri 30 Oktober 1962. Ia juga menjelaskan, Kop SAE mulai 1 Januari 1975 sudah bekerja sama dan mengirimkan susu ke PT Nestle hingga kini memiliki omset Rp 16 Milyar per bulan.Namun pihaknya masih menjumpai kendala dalam upaya meningkatkan jumlah produksi, antara lain berkaitan dengan genetika, pakan dan kandang. Hasilnya, jumlah induk sapi perah terus menurun dibanding kelahiran, kesulitan pakan utamanya ketika memasuki musim kemarau, dan biaya pembangunan instalasi air bersih hingga ke kandang. Kendala-kendala tersebut pun langsung coba diberikan solusi oleh kelima menteri yang berkunjung.   Hal ini dibenarkan Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna ketika dikonfirmasi para awak media. Ia menjelaskan, kendala genetika ini juga berkaitan dengan keterbatasan stok pakan. Kedepan, para menteri menjelaskan akan ada upaya bagi peternak dengan diberikan indukan sapi, baik ras impor yang berkualitas. Sehingga, dari yang kini baru menghasilkan susu 8-10 liter per ekor, minimal meningkat hingga 16-30 liter per ekor. "Terkait pakan, kendalanya adalah ketersediaannya yang sangat terbatas. Harapannya, peternak bisa memproduksi pakan dan dengan cara  membuat lahan hijauan. Selama ini mengambil di hutan, kurang lebihnya sapi ini membutuhkan 40 kg, sekarang hanya 25 kg. Pakan konsentrat juga perlu subsidi," ucapnya kepada awak media usai para menteri dan rombongan meninggalkan Kop SAE.Sedangkan perihal persoalan kandang, Bung Rendra, sapaan akrab Bupati Malang menegaskan kandang sudah banyak yang modern. 80 persen sudah bagus tetapi masalahnya adalah ketercukupan air untuk hewan ternak lantaran instalasi airnya yang masih kesulitan. Disebutkannya, air tersebut harusnya mencapai hingga ke kandang, dan selama ini baru sampai ke rumah untuk kebutuhan rumah tangga, bukan juga untuk hewan ternak. "Jika ketiga nya sudah terintegrasi maka produksi susu Koperasi SAE bisa semakin tinggi, bahkan bisa menghasilkan hingga 150 ton per bulan. Sedangkan, mengapa ada hewan ternaknya dipotong? Itu karena harga susu alami penurunan dan harga daging naik, sehingga mereka berpikiran praktis demi penuhi kebutuhan ekonomi maka indukan sapi kemudian di sembelih untuk konsumsi daging," pungkas Bung Rendra. (hum/ran/ar)



Wabup Hadiri Pengajian Umum




Malang –Media Rakyat

 Wakil Bupati (Wabup) Malang, Drs H.M. Sanusi MM didampingi Muspika Kecamatan Tajinan, Para Ulama dan Kyai, serta Habaib Muhammad Bin Husain bin Anis menghadiri pengajian umum dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dirangkai dengan Haul para Auliya'illah (Syeh Abdul Qodir Al Jailani ke 877, KH. Anwar Nur Bululawang ke 26, KH. Abdul Hamid Pasuruhan ke 35, Mbah Suro Yudo/Mbah Jalaluddin ke 12) dan Harlah ke 28 serta Wisuda Hafidzul Qur'an ke 05, di Ponpes Annur Al-Huda, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Rabu  pagi.Abah Sanusi sapaan akrab Wabup Malang ini sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. "Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap kegiatan ini, karena merupakan sebuah manifestasi dari upaya masyarakat kabupaten Malang. Khususnya keluarga besar Pondok pesantren Annur Al-Huda Ngawonggo Tajnan dalam melestarikan Nilai tradisi yang Agamis," ungkapnya.Wabup berharap kepada anak didik, bila nanti lulus bisa hafal Al Qur'an 30 jus, dan bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. "Saya berharap selain bisa hafal Al Qur'an 30 jus hasil dari pendidikan di Pondok Pesantren Annur Al-Huda ini dapat menjadi filter masuknya budaya asing yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi generasi muda kita," harapnya.Rangakian kegiatan ini, diwali dengan pembacaan Sholawat Nabi yang di kumandangkan para santri, dilanjutkan wisuda Hafidzul Qur'an PP Tahfidzul Qur'an Nurul Ridlwan, berjalan begitu hikmat. Acara ini juga di hadiri kurang lebih 1000 jamaah terdiri dari, wali murid santri dan Masyarakat Sekitar.(hum/ran/ar)

 

29 Camat Jalani Sertijab di Anusapati



Malang –Media Rakyat
 Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Abdul Malik, SE, M.Si memimpin Serah Terima Jabatan (sertijab) Camat se - Kabupaten Malang di ruang Anusapati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Kamis kemarin pagi. Sebanyak 29 camat hasil dari gerbong mutasi yang diputuskan oleh Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna mengalami migrasi jabatan dari tempat lama ke tempat baru. Sertijab diawali dari Dwi Ilham Prasetyanto kepada Bagus Sulistyawan sebagai Camat Dampit. Keduanya menanda-tangani surat keputusan (SK) sertijab di depan Abdul Malik. Kemudian, dilanjut diantaranya Bagus Sulistyawan kepada Rahmad Ichwanul sebagai Camat Pagelaran. Kemudian, Rachmad Icwanul yang sebelumnya Camat Ngantang menyerahkan jabatan kepada Eru Supriambodo.Sedangkan Suwadji yang bermigrasi sebagai Camat Pakisaji menyerahkan jabatan lama kepada Abai Saleh sebagai Camat Kepanjen yang baru. Hingga ke 29 camat yang migrasi satu per satu susul menanda-tangani SK. Empat kecamatan sisanya ada yang tidak mengalami pergantian, diantaranya Camat Gondanglegi tetap dijabat Kamti yang tercatat sukses mengantarkan wilayahnya sebagai kecamatan dengan sejumlah prestasi tahun 2016. Serta sisanya diisi oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Abdul Malik, SE, M.Si berpesan, camat harus selalu dekat dengan masyarakat. Tugas camat diantaranya membuat perencanaan pembangunan wilayah yang disinkronisasikan dengan RPJMD dan RKPD dalam tugas berikutnya. Serta, melakukan perumusan dan menyusun kebijakan teknis melalui anggaran serta menyelenggarakan tugas umum pemerintahan.   "Harus sering koordinasi ke samping agar program kecamatan sinkron dengan program Pemkab Malang. Berikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. Pada dasarnya jabatan itu amanah dan kepercayaan," ucap pria ramah ini dalam sambutan. (ran/ar/hum)