Laman

Senin, 20 Februari 2017

Bupati Himbau Warga Makmurkan Masjid



Malang – Media Rakyat
Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna meletakkan batu pertama Masjid Miftahul Janah, Dusun Kunci, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Minggu. Ia juga menyerahkan bantuan langsung yang diterima takmir masjid. Kedatangan Bupati Malang disambut antusias masyarakat setempat. Bupati Malang mengatakan, pembangunan mushola, masjid dan TPQ tumbuh berkembang pesat di Kabupaten Malang. Hal ini menunjukkan rakyat Kabupaten Malang yang agamis, religius, dan mendambakan kegiataan keagaman dengan nyaman dan aman di sebuah suasana yang khusuk. Ia meminta warga Desa Kalisongo untuk mendukung pembangunan masjid Miftahul Janah."Totalnya masjid dan mushola di Kabupaten Malang berjumlah 16 ribu, sementara jumlah RT (Rukun Tetangga, Red) sebanyak 14 ribu. Jadi hampir tiap RT ada yang memiliki dua masjid dan mushola. 99 persen dilakukan secara mandiri. Rakyat tidak beribadah sendiri-sendiri melainkan sudah berjamaah. Pencerminan orang yang taat seperti yang dituntunkan Nabi Muhammad SAW," ucapnya.Bupati juga menyampaikan, sejak tahun 2010 visi Kabupaten Malang salah satunya agamis, yang dikembangkan dengan berbagai kegiatan berbasis keagamaan. Ia pun meminta, agar warga setempat kelak mampu memakmurkan masjid. Itupun tidak hanya dengan mendirikan sholat, namun juga kegiatan di bidang kemaslahatan umat, baik pendidikan, kesehatan dan perekonomian."Masjid ini nanti jangan hanya sebagai tempat sholat saja, tetapi setiap harinya ada kegiatan, tak sampai kosong, tentunya dengan diwarnai berbagai kegiatan keagamaan. Jika digelar bersama-sama sudah sebagai bentuk mencintai Indonesia, memupuk rasa persaudaraan," tambah pria berkacamata ini.Takmir Masjid Miftahul Janah, Ustad Budiartono mengaku, warga setempat sebelumnya tidak ada mimpi membangun masjid. Karena sebelumnya baru punya mushola yang dibangun oleh kakek nenek moyang Desa Kalisongo. Pembangunan masjid ini merupakan renovasi kedua, tepat setelah pemilik tanah bersedia mewaqafkan tanahnya untuk didirikan masjid. "Ada rumah saudara kami yang diikhlaskan untuk masjid, dan akan kami pindahkan ke lokasi lainnya. Kami modal nekat, bismillah berangkat dari modal Rp 15 juta, semoga bisa terbangun sesuai dengan rencana kami. Masjid ini sedianya dibangun dengan dana sukarela warga setempat. Kami tidak menyebarkan proposal," akunya.Terpisah, Kepala Desa Kalisongo, Siswanto, SP berharap, kehadiran Bupati Malang bisa membawa rokhmad terhadap upaya masyarakat dalam membangun masjid. Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Malang, karena Pemkab Malang sangat perhatian kepada wilayah desanya dengan memberikan bantuan."Diantaranya pengaspalan jalan, tahap pertama Dusun Sumberejo sampai Kantor Desa, tahap kedua di jalur Pandan Landung dan Arang-arang, dan tahap ketiga Dusun Kuso. Kemudian dana bantuan untuk renovasi pembangunan puskesmas desa," tegasnya. (ran/ar/hum)





Jumat, 10 Februari 2017

Tugas Tambahan Bagi Guru



MALANG–Media Rakyat
Kali ini tugas tambahan diberikan kepada guru PNS di llingkup Kabupaten Malang sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri maupun Sekolah Menengah Pertama. Hal ini ditunjukkan dalam Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Struktural sejumlah 1.171 orang yang digelar di Halaman Kantor Bupati Malang, Jl. Panji 158 Kepanjen. Tak hanya itu, dari sekian banyaknya yang dilantik, terdapat empat orang sekretaris camat yang dikukuhkan jabatan barunya sebagai camat.Menurut Surat Keputusan Bupati Malang No. 821.2/137/35.07.201/2017 tentang Pengangkatan dalam Jabatan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang yang ditetapkan di Malang, 1 Februari 2017 memutuskan : Drs. Aksali Suprianto, M.Si sebagai Camat Kasembon, Supanji, S.Ag, M.Si sebagai Camat Karangploso, Agus Hariyanto, S.Sos, M.Ap sebagai Camat Sumbermanjing Wetan, dan Diah Ekawati Nikotiana W., SH, M.Si sebagai Camat Gedangan.Pelantikan Pejabat Struktural berdasarkan Surat Keputusan Bupati Malang No. 821.2/136/35.07.201/2017 tentang pengangkatan guru yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang ditetapkan di Malang, 31 Januari 2017 memutuskan Dra. Indah Rosaka yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMPN 2 Poncokusumo saat ini sebagai Kepala SMPN 2 Pujon, Ana Purwati, S.Pd, M.Pd menjabat Kepala SMPN 1 Dau. Sedangkan di tingkat Sekolah Dasar Negeri tertulis dalam Surat Keputusan Bupati Malang No 821.2/135/35.07.201/2017 tanggal 31 Januari 2017 tentang pengangkatan guru yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.Bupati Malang H. Rendra Kresna yang didampingi Sekretaris Daerah mengungkapkan Selamat dan Sukses kepada guru-guru dalam menjalankan tugas tambahan sebagai kepala sekolah di wilayah Kabupaten Malang. “Pelantikan ini dilakukan karena sudah diatur dalam Undang-Undang Kepegawaian Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tentunya Peraturan Daerah tentang organisasi pemerintah daerah yang beberapa waktu lalu disahkan. Maka dari itu, tetap harus dikukuhkan meskipun sebagian besar masih menempati kepala sekolah di lembaga sekolah yang dipimpinnya,” jelasnya. Ditambahkannya, “bahwa menjadi kepala sekolah tanggung jawabnya sangat besar dimana harapan besar dari masyarakat kepada bapak ibu sekalian untuk mencetak generasi bangsa yang berkualitas tentang keilmuan maupun budi pekerti apalagi tanggung jawab yang diemban tak hanya di dunia tetapi juga di akhirat, dan saya sangat bersyukur jika guru-guru disini bersedia menerima tugas tambahan,” ungkapnya. Lebih lanjut, Bupati melibatkan banyak pihak khususnya untuk tingkat SD, selain pengawas ataupun kepala UPTD ada juga PGRI.Tak lupa pesannya juga disampaikan kepada para camat, “Saya tidak akan berikan penekanan tugas karena saya yakin banyak hal sudah dipahami mengenai tanggung jawab yang sebelumnya pernah di posisi sekretaris camat  pastinya sudah paham betul kondisi yang ada di lapangan. Tidak hanya bertugas menurut tupoksi akan tetapi lebih banyak sosialisasi dengan masyarakat terhadap permasalahan dan menjalin hubungan kemasyarakatan yang tercipta di wilayah masing-masing,” tutupnya.(ran/ar/hum)


Peringatan HPN Kukuhkan MMC



Malang-Media Rakyat
Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2017, para jurnalis dari berbagai media di Malang raya membentuk komunitas media yang bernama MMC (Malang Media Community). Komunitas tersebut dikukuhkan langsung oleh Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna di Gedung Aula Raden Panji, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Kecamatan Kepanjen, Kamis siang.''Dengan terbentuknya kelompok jurnalis atau media khususnya yang melaksanakan peliputan di malang raya diharapkan bisa menjadi wadah sinergitas semua pihak dan kedepan Pers bisa menjadi wahana pendidikan,” harap Bung Rendra panggilan akrab Bupati Malang. Media sebagai corong publik diminta Bupati Malang yang sekaligus sebagai penasehat komunitas MMC tersebut bisa menjadi wahana pembelajaran pendidikan bagi masyarakat. ''Sudah tidak ada lagi yang tabu untuk menghadapi para wartawan bagi para pejabat, karena dengan era keterbukaan, semua harus terbuka pada media sehingga media tidak menduga – duga serta lebih mudah memberi informasi bersifat mendidik," tutur Bung Rendra.Khusaeri selaku Ketua Pelaksana acara tersebut menyampaikan dalam sambutannya menyambut baik harapan dan saran Bupati Malang tentang profesionalisme Pers dan media sebagai wahana pendidikan publik. ''Kami mewakili rekan – rekan media sangat mendukung upaya Bupati Malang tentang keterbukaan publik serta sinergitas antara media dan pemerintah untuk pencerdasan bangsa,” ungkapnya.Pengukuhan tersebut MMC untuk Ketua dijabat oleh Bagus Yudistira, Sekretaris oleh Nino Wiwantara  dan Dewan pendiri oleh B. Suryanto, SE, MM, Msi. AK. Tampak hadir seluruh Kepala Dinas SKPD serta Kepala Sekolah seluruh Kabupaten Malang. Selain itu tidak ketinggalan hadir wartawan dari perwakilan beberapa media yang bertugas di kawasan Kabupaten Malang. (hum/ar)







Sekda Tutup Bimtek Kementerian Keuangan



Malang-Media Rakyat
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. H. Abdul Malik, SE. MSi menutup Runtest Modul Public Finance Management bagi frontline services Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), di Hotel Balava Kota Malang, Kamis (9/2) pagi. Bimbingan teknis (bimtek) yang digelar Kementerian Keuangan ini untuk memberi bimbingan dan pengetahuan terhadap pengelolaan keuangan yang akuntabel.Dalam sambutannya, Abdul Malik mendukung penuh kegiatan yang sudah berlangsung sejak hari Senin lalu tersebut. Ia berharap, para peserta diantaranya dari 10 UPT Puskesmas serta RSUD Kanjuruhan dan RSUD Lawang ini bisa menguasai terhadap teknis pelaporan keuangan BLUD. Dengan demikian, pengelolaan keuangan pada lembaga-lembaga di lingkup Pemerintah Kabupaten mampu akuntabel.‘’Kalau peserta pada bimbingan teknis kali ini sukses dan menerapkannya dengan baik, maka harapannya dilanjutkan lagi 19 UPT Puskesmas lainnya. Terlebih UPT Puskesmas ini butuh dana yang sifatnya cepat dalam pelayanan ke masyarakat, sebab tidak mungkin untuk melayani masyarakat harus lebih dahulu menunggu BPKAD (Badan Pengelola Keuangan Aset dan Daerah, Red),” ujarnya sembari menyebut Pemkab Malang juga akan segera melahirkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait hal ini.Terpisah, Kasubdit Bimtek Keuangan Daerah DJPK Kementerian Keuangan, Cecilia Risyana mengatakan, bimtek ini ditujukan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan pengelolaan keuangan di BLUD. Sebab, kata dia, BLUD kini menjadi salah satu tuntutan dari masyarakat bagaimana mengoptimalkan fungsi BLUD dari sektor pelayanan, serta mengelola keuangan sebaik dan seaman mungkin. Karena itu, pihaknya kemudian menyiapkan semacam panduan dalam bentuk modul yang nantinya menjadi acuan dalam pengelolaan keuangannya.‘’Disamping itu kami ingin mencoba menggali permasalahan apa yang ada di BLUD, dan menjadi pertimbangan dalam melahirkan kebijakan. Misal, masalah penggunaan dana desa, dan beberapa tahun terakhir dibingungkan ada laporan baik SAP dan SAK, namun sekarang satu saja melalui SAP,” aku Yana, sapaan akrabnya.  Dalam tuntutan pengawasan, Kementerian Keuangan melahirkan beberapa peraturan, yang menyebut laporan keuangan itu melalui satu laporan saja. Komunikasi ini yang disiapkan dan dimaksimalkan pihaknya dalam bimbingan BLUD. Di Kabupaten Malang ada target bisa diberikan kepada 29 UPT Puskesmas. Serta, sesuai arahan Sekda Kabupaten Malang, jangan sampai dana desa ke depan justru menjadi masalah.‘’Jadi, tidak hanya membuat laporan keuangan tetapi sudah bisa akuntabel dan langsung dilaporkan ke BPK. Kami merekomendasikan modul itu. Kami sudah ujicobakan modul ini di empat kecamatan, diantaranya Kepanjen, Donomulyo dan Turen. Kami juga berharap Perbup (Peraturan Bupati, Red) harus segera lahir, agar peraturan tentang BLUD ini bisa lebih tegas lagi dalam pengelolaannya,” pungkas Yana.Kegiatan ini digelar Kementerian Keuangan bekerja-sama dengan Penabulu Foundation (civil society resources organization) dan Kompak (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan). Para peserta Bimtek berasal dari UPT Puskesmas Kepanjen, Donomulyo, Gondanglegi, Dau, Sumberpucung, Dampit, Tumpang dan Singosari. Serta, diikuti utusan dari Dinas Kesehatan, BPKAD dan RSUD Kanjuruhan. (hum/ran/ard)

Semangati Warga, Bung Rendra Bedah Rumah



Malang –Media Rakyat
Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna memungkasi hari kedua kegiatan Bina Desa di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Selasa siang. Serangkaian kegiatan pelayanan kepada warga setempat berhasil disampaikan Pemerintah Kabupaten Malang melalui seluruh SKPD-nya. Bung Rendra, sapaan akrab Bupati Malang didampingi Wakil Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM melakukan peninjauan langsung ke tempat pelayanan warga. Diawali dari hadir pada kegiatan kerja bakti di Blok Rabu RW6 Desa Poncokusumo. Dilanjutkan mengunjungi kegiatan pelatihan jamu instan di rumah H. Dulkarim dan pembuatan keripik di rumah Indrawati. “Bagus sekali keranjang sampah keringnya? Ini milik desa? Terima kasih bapak-bapak sudah peduli terhadap lingkungan. Terus dipertahankan ya,” terang Bung Rendra ketika menyapa warga saat kerja bakti di sekitaran Kantor Desa Poncokusumo, Selasa pagi.Kegiatan sosial bedah rumah juga digelar Pemkab Malang pada Bina Desa kali ini. Adalah Sutrisno, pemuda berusia 29 tahun yang tinggal sebatang kara karena ditinggal meninggal orang tuanya sejak kecil berkesempatan mendapat bantuan perbaikan dan pengecatan. Ia yang sehari-hari tercatat berdagang kerupuk keliling ke kampung-kampung pun dapat support dari Bupati Malang untuk terus kembangkan bisnisnya.   “Program bedah rumah juga terus kita galakkan. Kami berharap pihak lain turut mendukung Pemkab Malang dalam mengurangi angka hunian rumah tidak layak di Kabupaten Malang yang cukup tinggi. Langkah ini sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Bung Rendra.
 Rangkaian Kegiatan Bina Desa hari kedua  
  1. Kerja Bakti di Blok Rabu (RW6)
  2. Pelatihan Jamu Instan di rumah H Dulkarim
  3. Bedah Rumah di Rumah Sutrisno
  4. Pelatihan Kripik Tempe di Rumah Indrawati 
  5. Khitanan dan Pengobatan Gratis di rumah Hartono
  6. Gerakan Tanam Pohon di arah desa Pandansari
  7. Pembinaan dan Pembinaan Tanggap Bencana bagi Linmas di MTs Al-Fathoni
  8. Gerakan minum susu dan makan olahan daging di SDN Poncokusumo 1 
  9. Panen Sedaer dan pelepasan bibit ikan Minasedaer di Dusun Druju